Membatik biasanya dilakukan dalam kelompok 5-10 orang. Namun, apa jadinya jika lebih dari 6000 orang membatik bersama-sama? Kota Solo di Jawa Tengah terkenal sebagai salah satu sentra batik di Indonesia. Kali ini, kota Solo memecahkan rekor MURI dalam kategori membatik dengan peserta terbanyak.
Rekor membatik massal sebelumnya dipegang oleh kota Bantul DI Yogyakarta. Yogyakarta sebagai salah satu ikon batik nasional, pada tahun 2010 menorehkan jumlah peserta sebanyak 2500 orang dalam acara membatik massal.
Hanan (14), salah satu perserta kegiatan membatik massal di Solo, mengungkapkan bahwa membatik merupakan proses yang sangat sulit dan membutuhkan ketelitian tinggi. Dia merasa kesulitan ketika harus membuat motif parang yang dikombinasi dengan bunga. "Proses membuat satu lembar kain batik membutuhkan waktu yang sangat lama. Sehingga wajar jika harganya mahal," kata Hanan.
Menurut Ketua KNPI DPD Jateng Novita Wijayanti, kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati hari Kartini 21 April 2011. Ternyata di balik selembar kain batik yang telah diakui dunia ini, ada tangan perempuan-perempuan Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan Indonesia mempunyai kreativitas tinggi.
Sumber: http://regional.kompas.com/read/2011/04/30/20083623/6.025.Pemuda.Membatik.di.Solo |